UMMATPOS.COM
Kabar Ummat Terdepan

Meski Dilarang, Banyak Jemaah Haji Coba Keberuntungan Bawa Air Zamzam

Jemaah sebenarnya tahu bahwa membawa air zamzam dilarang. Tapi mereka mencoba keberuntungan kalau-kalau air zamzam yang mereka kemas dengan berbagai cara itu akan lolos pemeriksaan

JEDDAH (UMMAT Pos) —  Air zamzam masih menjadi persoalan saat proses pemulangan jemaah haji Indonesia. Hampir sebagian besar jemaah menganggap air zamzam menjadi oleh-oleh paling utama yang harus mereka bawa saat pulang dari Tanah Suci.

Sepekan proses pemulangan jemaah haji, masih banyak ditemukan air zamzam di dalam koper jemaah. Terkait hal ini, Senin malam, 11 September 2017, Kepala Daerah Kerja Mekah Nasrullah Jasam kembali melakukan sosialisasi larangan membawa air zamzam.

Sosialisasi dilakukan kepada jemaah yang akan pulang dua hari lagi. Karena sebelum kepulangan dilakukan, jemaah harus menimbang koper mereka agar tidak melebihi batas maksimal yang ditentukan.

Sosialisasi pertama di lakukan di Hotel Tharwat Al Raudhah di pemondokan nomor 809. Saat didatangi ke kamar mereka, hampir seluruh jemaah sedang mengemas barang bawaan mereka yang kebanyakan adalah oleh-oleh.

“Saya pikir kalau dilakban hitam tidak terdeteksi Pak. Kita kan coba-coba, siapa tahu bisa lolos,” kata H Rustaman dari Sukabumi, Jawa Barat

Hampir kebanyakan, jemaah juga mengemas air zamzam menggunakan botol air mineral maupun dirigen ukuran lima liter. Nasrullah kemudian menjelaskan mengenai larang membawa air zamzam.

Jemaah sebenarnya tahu bahwa membawa air zamzam dilarang. Tapi mereka mencoba keberuntungan kalau-kalau air zamzam yang mereka kemas dengan berbagai cara itu akan lolos pemeriksaan. Sebagian jemaah lagi merasa air zamzam boleh dibawa di tas tentengan mereka.

“Saya pikir kalau dilakban hitam tidak terdeteksi Pak. Kita kan coba-coba, siapa tahu bisa lolos,” kata H Rustaman dari Sukabumi, Jawa Barat seperti dilansir vivanews.

“Jangankan pakai lakban Pak, ada yang dikemas pakai pipa yang dimodifikasi juga ketahuan kalau diperiksa pakai x-ray. Jadi Bapak tidak perlu coba-coba lagi, karena bakal ketahuan,” kata Nasrullah menanggapi jemaah.

Sementara itu, jemaah asal Solo, Hajah Siti Habibah mengaku kecewa. Karena dia baru saja mempersiapkan air zamzam dalam empat botol air mineral yang akan dibawa dalam tes jinjingnya. Siti Habibah yang sengaja datang lagi ke Masjidil Haram untuk mengambil air zamzam merasa ada informasi kalau membawa air zamzam dalam tas jinjing tidak dilarang.

“Aduh Bapak, katanya dibawa di tas tenteng boleh. Kan yang enggak boleh hanya di koper,” ujarnya.

“Boleh Bu dibawa ke bandara. Nanti sampai bandara diminum saja ya, bisa juga buat di jalan. Soalnya nanti kalau sudah masuk ruang tunggu pasti diambil petugas,” kata Nasrullah.

Mengenai permasalahan ini, Nasrullah meminta kepada media untuk memperbanyak lagi sosialisasi soal larangan membawa air zamzam. Karena ini terkait dengan kelancaran dan keselamatan penerbangan.

“Media tolong bantu saya untuk sosialisasikan lagi soal larangan ini. Karena masih ada saja jemaah yang merasa boleh membawa air zamzam di tas tengteng mereka,” katanya. [fm/viva]

PILIHAN REDAKSI