UMMATPOS.COM
Kabar Ummat Terdepan

Bersaksi di Sidang Buni Yani, Yusril: Perbuatan Buni Yani Tak Miliki Unsur Pidana

BANDUNG (UMMAT Pos) — Dalam pandangan pakar teori hukum, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra, perbuatan Buni Yani saat mengunggah potongan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat kunjungan ke Kepulauan Seribu dianggap tidak memiliki unsur pidana.

Hal itu ditegaskan Yusril saat menjadi saksi ahli pada sidang ke-13 Buni Yani, Selasa (12/9/2017).
Ia mengatakan perbuatan Buni Yani mengandung unsur pidana jika Buni Yani mengunggah video yang bersifat rahasia.

“Orang kemudian upload sesuatu yang diubah isinya bisa dipidana, tapi itu terkait (pasal 32) ayat 3 (UU ITE). Ayat 3 itu kalau sesuatu bersifat rahasia. Kalau bersifat rahasia diupload, kemudian diubah itu yang bisa dipidana,” kata Yusril Ihza Mahendra kepada wartawan.

Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan video yang diunggah Buni Yani merupakan potongan dari video yang bersifat publik yang telah diunggah Pemprov DKI Jakarta.

Karena bersifat untuk publik, semua orang pun kemudian bisa mengacu pada sumber aslinya setelah melihat video yang diunggah Buni Yani.

“Perbuatan yang dilakukan Buni Yani tidak meng-upload dari sesuatu yang sumbernya bersifat rahasia, misalnya milik Kementerian Pertahanan atau milik Mabes TNI, Mabes Polri, atau kesekretariatan negara,” ujarnya.

Kehadiran Yusril Ihza Mahendra adalah untuk memberikan keterangan sebagai saksi ahli teori hukum.

Ia akan memberikan pandangan mengenai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, pasal 28 dan pasal 32 yang dikenakan pada terdakwa Buni Yani.

Kehadirannya sempat ditolak JPU karena dianggap tidak relevan, mengingat Yusril Ihza Mahendra dikenal sebagai ahli hukum tata negara.

Keberatan JPU pun kemudian dicatat oleh majelis hakim.(Theofilus Richard) [fm]

PILIHAN REDAKSI