UMMATPOS.COM
Kabar Ummat Terdepan

Banjir Jakarta: Penyebab dan Solusinya Sudah Ada di Pelajaran SD!

oleh: Ari Blogger*

Menulis soal banjir di Jakarta, tentunya akan jadi dilematis, apalagi saat musim pilkada seperti sekarang. Namun sebelum kita membuat solusinya, setidaknya kita harus tahu lebih dahulu dari sumber masalahnya bernama banjir ini.

Mari kita mencoba membuka atau mengingat pelajaran kita saat TK [Taman Kanak-kanak] dan saat SD [sekolah dasar] terkait banjir.

Karena menurut saya, saat bicara banjir, kita tidak perlu menggunakan analisa dari berbagai pakar yang muter-muter yang kadang malah bikin pusing.

Padahal menurut saya, pelajaran di SD ini juga sudah bisa memberikan solusinya, jika kita semua MAU MELAKUKANYA!

Saya masih ingat betul pelajaran tersebut, bahkan saya masih ingat ekspresi wajah guru saya saat menjelaskan terkait banjir, penyebabnya, serta solusinya.

Kalau anda lupa, ini sekalian saya berikan referensinya, kebetulan masih ada kok di google Book terkait pelajaran yang mengupas terkait banjir.

Ada Buku di google Book dengan Judul “Buku Pintar Pelajaran SD/MI 5 in 1″. Pada halaman 312, dibahas secara jelas terkait dengan Banjir, mulai dari pengertian banjir, penyebab banjir.

Kalau anda benar-benar lupa, biar anda ingat saya tuliskan ulang sebagai berikut,

Jangan gengsi atau malu kalau kita sudah dewasa, tapi ternyata urusan banjir, kita harus kembali membaca dan mempelajari pelajaran SD.

 

Pengertian Banjir

Banjir adalah air yang mengalir dan meluap dalam jumlah sangat besar. Anda mungkin akan berkomentar, masa sih pengertian banjir juga harus saya tuliskan juga?

Iya! karena faktanya kemarin netizen hanya soal pengertian banjir saja sampai pada ribut soal bedain antara “genangan air’ dan “banjir”, keterlaluan!

 

Penyebab Banjir

Penggundulan Hutan,
Membuang Sampah Sembarangan,
Hilangnya tanah peresapan air.

 

Berita Terkait :

Solusi Banjir

Bicara solusi, cukup sederhana, silahkan anda hapus saja penyebab banjirnya jadi solusi.

Pertama, jika penyebab banjir pertama adalah penggundulan hutan, maka solusi pertama sangat jelas, jangan gunduli hutan!

Hentikan segala jenis penebangan hutan yang berlebihan di hutan-hutan sekitaran jakarta dan daerah sekitarnya. Hentikan semua aktivitas penebangan hutan yang diubah jadi vila, hotel, mall, dan lainya.

Jika sudah terlanjur hutan digunduli, maka solusinya lakukan penghijauan kembali dengan melakukan penanaman pohon di hutan, dan di lingkungan rumah.

Kedua, Jika penyebab banjir kedua adalah buang sampah sembarangan, maka solusinya sudah pasti, buanglah sampah pada tempatnya [tidak sembarangan]. Solusi ini mudah tapi teramat sangat sulit untuk orang-orang Jakarta dan sekitarnya yang SUPER NGEYEL kalau disuruh jangan buang sampah sembarangan!

Soal sampah ini, pihak pemkot DKI juga wajib menyediakan tempat sampah yang memadai serta mengolah sampah dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, jika penyebab banjir yang ketiga adalah hilangnya tanah peresapan air, maka solusinya harus disediakan lebih banyak lagi jumlah resapan air di jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Untuk yang satu ini peran secara besar-besaran ada di tangan pemkot DKI dan kota-kota sekitarnya. Karena kalau bicara jumlah resapan, artinya ini terkait dengan perizinan pembangunan di Jakarta yang harus diatur dan tegas dilakukan pelarangan jika melanggar.

Misalnya terkait pembangunan mall atau bangunan di kawasan dan titik-titik resapan air, harus dilarang dengan tegas. Waduk-waduk dan penampungan yang bisa meresap air harus diperbanyak. Warga juga bisa berperan dengan cara membuat resapan-resapan di rumah masing-masing dan di lingkungan rumah masing-masing.

Jadi uraian diatas sebenarnya sudah jelas bahwa, mau siapapun gubernur dan pemimpin di DKI Jakarta, kalau terkait ilmunya, semuanya sudah tahu apa penyebab dan solusinya untuk mencegah banjir. Mau di Jakarta atau di daerah manapun, semuanya pada intinya sudah dibahas dalam pelajaran SD tersebut diatas.

Tinggal sekarang mau tidak semua pihak bersama-sama melakukannya?

Dengan cara itu saya yakin DKI Jakarta dan daerah-daerah lain akan bisa terbebas dari banjir.

Hanya saja saya prediksi karena berdasarkan “NGEYELNYA” orang-orang Indonesia untuk BERBUAT dan BERBUAT sesuai yang di atas, SULITNYA MINTA AMPUN!

Tapi semoga saja, ditengah apatis saya, semoga saja diantara mereka yang membaca tulisan ini, jadi tersadarkan, atau ikut bantu share, biar semakin banyak yang baca dan mau BERUBAH!

 

*Penulis adalah blogger di blogdetik dan punya website di http://aribicara.com/

PILIHAN REDAKSI